Halloa! Salam!

15 April 2008
Siapa yang tidak kenal Sherlock Holmes? Ia adalah salah satu detektif fiksi paling terkenal di dunia karya seorang dokter berkebangsaan Inggris, Sir Arthur Conan Doyle. Metode penyelidikan yang dilakukan detektif eksentrik ini sungguh menakjubkan. Jika kita sebagai orang awam biasanya berpikir dari depan, Holmes malah berpikir dari belakang dengan cara menghubungkan hal-hal sepele yang sebetulnya penting di sekitar TKP. Boleh dikatakan tidak ada detektif fiksi lain yang secerdik Holmes, ambil contoh Hercule Poirot. Detektif Belgia itu lebih suka menginterogasi tersangka serinci-rincinya, tidak seperti Holmes yang sedikit sekali menanyai klien maupun tersangka.

Holmes mulai dikenal publik lewat novel A Study in Scarlet yang dimuat dalam Beeton's Christmas Annual tahun 1886. Dalam novel tersebut, diceritakan bahwa Holmes adalah seorang maniak kimia yang mau melakukan apa saja demi membuktikan kebenaran suatu teori. Pertemuannya dengan dr. Watson terjadi begitu saja, kala itu kebetulan Holmes butuh seorang kawan untuk diajak patungan menyewa apartemen dan kebetulan pula dr. Watson tidak punya sanak saudara sama sekali di London sejak kepulangannya dari Afghanistan.

Pada tahun 1891, kumpulan cerita Sherlock Holmes pertama yang berjudul The Adventures of Sherlock Holmes (Petualangan Sherlock Holmes) terbit dengan memuat 12 cerita pendek yang sebelumnya pernah dimuat secara berkala di Majalah Strand. Barangkali karena sudah jenuh menulis cerita detektif, Doyle lalu mengakhiri karir Holmes dengan 'membunuhnya' dalam kisah The Final Problem dalam kumpulan cerita Memoirs of Sherlock Holmes (Memoar Sherlock Holmes) yang terbit tahun 1893. Para penggemar begitu kecewa mengetahui tokoh kesayangannya 'dibunuh' begitu saja sehingga banyak surat protes yang dilayangkan ke Doyle. Kewalahan menghadapi luapan kecewa para penggemar Holmes, Doyle pun 'menghidupkan' lagi tokoh Holmes dalam novel The Hound of The Baskervilles (1902). Akan te
tapi, asal muasal bagaimana Holmes bisa luput dari maut baru diterbitkan pada kumpulan cerita berikutnya, The Return of Sherlock Holmes (Kembalinya Sherlock Holmes) dalam cerita The Empty House.

Selanjutnya, Doyle menulis cerita panjang The Sign of Four (Empat Pemburu Harta) dan The Valley of Fear (Lembah Ketakutan) dalam kurun waktu dua tahun. Dalam The Sign of Four, Holmes dimintai tolong oleh seorang gadis untuk menyelidiki harta karun peninggalan ayahnya yang mantan tentara di India. Adapun dalam The Valley of Fear dikisahkan Holmes terlambat mengambil tindakan sehingga menyebabkan kliennya meregang nyawa. Setelah diselidiki lebih jauh, ternyata pembunuhan tersebut ada kaitannya dengan sekte Mormon yang berkembang di Salt Lake City, Utah, Amerika Serikat. Tahun 1922, Doyle menyelesaikan sebuah kumpulan cerita lagi yang diberi judul The Case Book of Sherlock Holmes (Koleksi Kasus Sherlock Holmes) yang berisi dua belas kasus 'ringan'. Lima tahun kemudian, Doyle menyelesaikan His Last Bow (Salam Terakhir Sherlock Holmes) yang merupakan kumpulan kisah penutup dari serial Sherlock Holmes karyanya.

Pranala yang berhubungan dengan Sherlock Holmes:
* Sherlockindo
* Sherlock Holmes di Wikipedia

0 komentar:

Posting Komentar