Part of the Game, Situs buat Penggemar Bola dari Carlsberg

31 Oktober 2008
Carlsberg, perusahaan pembuat bir terkenal, baru-baru ini meluncurkan situs baru yang khusus diperuntukkan bagi para penggemar bola dari seluruh penjuru dunia. Situs yang dinamai Partofthegame.tv itu adalah web TV, maksudnya pengunjung dapat melihat TV langsung lewat komputer yang terkoneksi ke internet.



Dewasa ini, layanan web TV memang sudah menjamur. Semakin murahnya biaya dan meningkatnya kecepatan akses internet mungkin menjadi faktor terpenting yang membuat layanan web TV laris. Selain gratis, web TV juga dapat ditonton di mana saja asal ada jaringan internet yang memadai. Carlsberg web-tv tidak menyia-nyiakan kesempatan ini dan segera membidik pasar Football yang masih menyimpan potensi besar, khususnya para penggemar bola yang mendukung tim favoritnya masing-masing.

Di Partofthegame.tv, pengunjung dapat menyaksikan siaran televisi dari 5 saluran yang tersedia. Pengunjung juga dapat menonton video-video yang unik dan lucu seputar dunia sepak bola dari saluran Football Magic. Sebagai tambahan, pengunjung bebas meng-upload video tentang momen sepak bola yang mereka sukai, sekalipun video itu berasal dari portal video lain, seperti YouTube.

Untuk informasi lebih lanjut dan mengecek fitur-fitur yang tersedia, silakan akses www.partofthegame.tv. Browser Anda setidaknya harus sudah dipasangi Flash Player 8 dan Anda harus sudah berusia 17 tahun ke atas.

Kini Google Translate Sudah Mendukung Bahasa Indonesia!

03 Oktober 2008
Saya kaget juga saat tadi menggunakan jasa Google Translate untuk menerjemahkan teks berbahasa Jerman ke bahasa Inggris. Saat akan memilih pilihan German sebagai bahasa asal, mata saya secara tidak sengaja menangkap tulisan Indonesian. Masih setengah tidak percaya, saya langsung kepincut untuk mencobanya. Berikut ini beberapa eksperimen saya.

English: Free membership to first 500 members.
Bahasa Indonesia: Gratis keanggotaan untuk 500 anggota pertama.

Hasil terjemahan kalimat di atas menurut saya sudah sangat baik. Belum puas, kini saya mencoba sebaliknya, dari bahasa Indonesia ke bahasa Inggris. Caranya mudah, tinggal klik tulisan "swap" yang ada di sebelah kanan panel pilihan bahasa.

Bahasa Indonesia: Aku kemarin melihat pawai.
English: I see the parade yesterday.

Nah, di sinilah akhirnya saya menemukan titik lemahnya. Seharusnya, terjemahan yang benar adalah "I saw the parade yesterday" bukan "I see the parade yesterday" karena jelas itu adalah bentuk lampau.

Sebagai layanan baru dan masih dalam versi beta, tentu masih bisa dimaklumi jika terjemahan yang dihasilkan belum begitu akurat. Akan tetapi, saya yakin dalam waktu dekat segala kekurangan ini akan segera disempurnakan. Apalagi, semua orang bisa ikut berpartisipasi mengoreksi kesalahan yang ada. Caranya? Klik tulisan Suggest a better translation yang dapat Anda temukan di sebelah kanan bawah.

Ingin mencoba sendiri? Silakan klik di sini.

Ada Apa dengan Merah Putih?

Saya benar-benar kesal saat lusa, tanggal 1 Oktober lalu, saya dilarang mengibarkan bendera di depan rumah, padahal itu adalah Hari Kesaktian Pancasila, hari yang menandakan bahwa ideologi kita itu sakti dan tidak tergoyahkan. Alasannya sangat tidak masuk akal, yaitu karena tidak ada himbauan atau pengumuman. Lucu, mengingat dulu para pejuang kita rela bermandi darah demi melihat merah putih berkibar. Sekarang, hanya tinggal memasang saja kok seperti mau telanjang di tengah jalan.

Hari itu saya terpaksa menyimpan rasa kesal dan memasangnya di dalam kamar daripada tidak dipasang sama sekali. Jadilah, pagi itu saya berangkat shalat Idul Fitri dengan senyum yang dibuat-buat. Heran juga, sepanjang jalan saya ke masjid, nggak ada seorang pun yang mengibarkan bendera! Sudah sedemikian rusakkah nasionalisme kita?

Benar adanya bila ada yang mengatakan bahwa kata-kata Bung Karno kini semakin diabaikan. "Jasmerah", jangan sekali-kali melupakan sejarah, kini tak lebih dari sekedar ungkapan, masuk telinga kanan keluar telinga kiri. Sejarah semakin tidak dianggap, padahal tanpa sejarah orang tak akan tahu bagaimana memandu kehidupan mereka. Parahnya, di SMA, terutama jurusan IPA, mata pelajaran Sejarah bahkan hanya diajarkan satu jam seminggu. Ironis, mengingat di Amerika Serikat, pelajaran terpenting adalah Sejarah, baru Matematika.

Tanya diri Anda sendiri, adakah sesuatu yang salah dengan bendera kita? Malukah kita melihatnya berkibar di tanah air yang sudah susah payah kita merdekakan 63 tahun yang lalu? Bendera kini tak lagi disucikan dan dijadikan suatu kebanggaan bila melihatnya berkibar. Ia hanya dianggap bak kain perca tak bernilai yang berkibar jika ada pengumuman saja.

Gambar diambil dari http://dafhy.files.wordpress.com.

Selamat Idul Fitri!




Sebulan penuh rahmat sudah kita lewati, kini saatnya kita kembali menata hidup dalam keadaan fitrah. Selamat hari raya Idul Fitri 1429 Hijriah, mohon maaf lahir dan batin!

Gambar diambil dari http://dhimaskasep.wordpress.com.