Ada Apa dengan Merah Putih?

03 Oktober 2008
Saya benar-benar kesal saat lusa, tanggal 1 Oktober lalu, saya dilarang mengibarkan bendera di depan rumah, padahal itu adalah Hari Kesaktian Pancasila, hari yang menandakan bahwa ideologi kita itu sakti dan tidak tergoyahkan. Alasannya sangat tidak masuk akal, yaitu karena tidak ada himbauan atau pengumuman. Lucu, mengingat dulu para pejuang kita rela bermandi darah demi melihat merah putih berkibar. Sekarang, hanya tinggal memasang saja kok seperti mau telanjang di tengah jalan.

Hari itu saya terpaksa menyimpan rasa kesal dan memasangnya di dalam kamar daripada tidak dipasang sama sekali. Jadilah, pagi itu saya berangkat shalat Idul Fitri dengan senyum yang dibuat-buat. Heran juga, sepanjang jalan saya ke masjid, nggak ada seorang pun yang mengibarkan bendera! Sudah sedemikian rusakkah nasionalisme kita?

Benar adanya bila ada yang mengatakan bahwa kata-kata Bung Karno kini semakin diabaikan. "Jasmerah", jangan sekali-kali melupakan sejarah, kini tak lebih dari sekedar ungkapan, masuk telinga kanan keluar telinga kiri. Sejarah semakin tidak dianggap, padahal tanpa sejarah orang tak akan tahu bagaimana memandu kehidupan mereka. Parahnya, di SMA, terutama jurusan IPA, mata pelajaran Sejarah bahkan hanya diajarkan satu jam seminggu. Ironis, mengingat di Amerika Serikat, pelajaran terpenting adalah Sejarah, baru Matematika.

Tanya diri Anda sendiri, adakah sesuatu yang salah dengan bendera kita? Malukah kita melihatnya berkibar di tanah air yang sudah susah payah kita merdekakan 63 tahun yang lalu? Bendera kini tak lagi disucikan dan dijadikan suatu kebanggaan bila melihatnya berkibar. Ia hanya dianggap bak kain perca tak bernilai yang berkibar jika ada pengumuman saja.

Gambar diambil dari http://dafhy.files.wordpress.com.

0 komentar:

Posting Komentar