Kalau Bush Tewas Tertembak...

13 Februari 2009
Iseng-iseng main ke YouTube, saya nggak sengaja menemukan video parodi ini. Dalam video berdurasi 2 menitan yang dibuat oleh UrScene ini, dikisahkan bahwa (mantan) Presiden AS, George W. Bush, tewas tertembak saat sedang berpidato di depan umum. Walaupun hanya parodi dan fiksi belaka, tetapi video ini dibuat seolah-olah benar-benar terjadi. Penasaran? Silakan tonton video di bawah ini.



Bagaimana? Seperti beneran, 'kan? Hanya saja Bush tidak muncul, sehingga semakin menguatkan dugaan bahwa video ini adalah hasil rekayasa.

Apa Jadinya Kalau Semua Orang Kaya?

08 Februari 2009
Sebagian besar diantara kita pasti ingin menjadi orang kaya, jadi milyuner. Hidup makmur, mobil mewah, rumah megah, istri cantik, dan semua hal yang baik-baik. Tuhan tentu mudah saja menjadikan semua orang kaya raya, Tuhan bisa mengubah semua orang miskin menjadi milyuner hanya dalam sekejap. Akan tetapi, bagaimana kalau semua orang yang hidup di dunia ini kaya raya dan menjadi milyuner? Akan makin sejahterakah hidup kita atau justru sebaliknya?

Seumpama jika kita baru bangun tidur dan mendapati ada segepok uang milyaran rupiah di sisi tempat tidur kita. Ternyata tidak hanya kita yang mendapatkannya, istri anak-anak juga dapat. Pun demikian bapak, ibu, bahkan tetangga kita juga mendapatkannya. Pokoknya, semua orang di dunia mendapat bagian yang sama.

Seperti biasa, sesudah mandi, kita pergi ke meja makan untuk sarapan, tetapi apa mau dikata, ternyata istri belum memasak apa-apa karena sibuk mengurusi uangnya. Tidak kuat menahan lapar, kita bergegas menuju warung terdekat untuk membeli sepiring nasi pecel ditambah segelas teh manis hangat. Sayangnya, ternyata mulai hari itu si penjual nasi pecel menutup warungnya entah sampai kapan karena ia sudah jadi milyuner.

Karena perut belum juga terisi, kita beranjak menuju warung kopi, hendak membeli segelas kopi susu hangat sekedar untuk mengganjal perut dan menghangatkan badan. Akan tetapi, kita terpaksa harus kecewa lagi karena ternyata warung kopi pun sudah ditutup oleh pemiliknya, lagi-lagi karena ia sudah jadi milyuner.

Lalu berniatlah kita puasa di hari itu karena belum makan apa-apa. Dengan lemas, akhirnya kita putuskan untuk pergi ke bank untuk menabungkan rezeki yang tidak diduga-duga tadi dengan mengendarai sepeda motor. Malang tak dapat ditolak, untung tak dapat diraih, di tengah jalan ternyata motor kita kehabisan bensin. Mampirlah kita ke pom bensin, tapi sayang tidak ada siapa-siapa di sana, sepi. Mungkin semua karyawan sudah kaya raya sehingga tidak ada yang ingin bekerja di sana lagi. Daripada balik kucing ke rumah, kita berjalan kaki menuju ke bank sambil menjinjing sekarung penuh uang.

Alangkah kecewanya kita saat tiba di bank ternyata juga sepi. Satpam sudah tidak bertugas lagi karena sudah menjadi milyuner sehingga kita harus membuka sendiri pintu bank. Semua karyawan bank, termasuk teller, tidak ada yang bekerja hari itu karena mereka juga sudah bergelar milyuner.

Memang, cerita di atas hanya khayalan, fiksi belaka. Akan tetapi, jika Tuhan berkehendak, Dia bisa saja menjadikan semua manusia kaya raya dengan kekuasaan-Nya.

Berkacalah dari cerita di atas, tidak usah terlalu bernafsu memburu kekayaan duniawi. Kaya harta mungkin tidak selalu mendatangkan manfaat bagi semua orang. Syukurilah apa-apa yang sudah kita punyai. Hancurnya dunia ini antara lain disebabkan oleh karena adanya orang kaya yang menyalahgunakan hartanya. Dengan harta yang mereka miliki, mereka membuat senjata nuklir berbahaya, melubangi gunung untuk diambil emasnya tanpa ada usaha untuk mencegah dampaknya, membabat habis hutan, dan masih banyak lagi.

Ingat, mereka yang tidak terlalu kayalah yang justru banyak membantu kita hidup di dunia fana ini. Ada yang mengenyangkan perut kita dengan berjualan nasi pecel, membantu mengisikan bensin ke kendaraan kita di pom bensin, atau mereka yang menghilangkan dahaga kita dengan menjual es degan atau cincau di pinggir jalan.

Maaf kalau seandainya tulisan ini menyinggung Anda atau siapa saja yang sedang berangan-angan untuk menjadi orang kaya...

Gambar diambil dari http://www.nemsausa.org.

The Sims 3 Akan Dirilis Juni

Dalam pernyataannya Selasa (4/2) lalu, Electronic Arts mengumumkan bahwa mereka akan merilis The Sims 3, generasi ketiga dari The Sims, salah satu game terlaris sepanjang masa, pada tanggal 2 Juni 2009.

Game ini nantinya akan dirilis pertama kali bagi para pengguna PC, lalu dilanjutkan dengan perilisan versi Macintosh, iPhone, dan iPod pada musim panas, demikian pernyataan EA.

Generasi pertama The Sims, yang dirilis pada tahun 2000, berhasil dengan cepat menjadi game terlaris sepanjang masa. Di tahun-tahun selanjutnya, franchise game ini berhasil membukukan penjualan lebih dari 100 juta unit, termasuk hasil penjualan The Sims 2 dan semua paket ekspansinya.

Game ini aslinya dikembangkan oleh desainer game legendaris, Will Wright, dari studio Maxis, yang saat ini sedang fokus mengembangkan Spore. Maxis sendiri saat ini sudah menjadi salah satu anak perusahaan EA.

Pada saat yang sama, EA juga mengumumkan pendapatan triwulannya dan bahwa mereka akan mem-PHK sedikitnya 1.100 karyawan (sekitar 11 persen dari jumlah total karyawan) serta menutup 12 fasilitas yang tersebar di beberapa negara di dunia.

Diterjemahkan secara bebas dari "EA to launch 'Sims 3' on June 2" oleh Erin Huffstetler. Gambar diambil dari http://www.kotaku.com.

Google AdSense Kini Bisa Membayar Publisher Indonesia Lewat Western Union

07 Februari 2009
Hari ini kaget juga saat saya menerima e-mail dari Paman Google mengenai Google AdSense. Awalnya saya kira ada masalah dengan akun AdSense saya, tapi ternyata saya salah. Isinya justru kabar baik. Kini Google AdSense sudah bisa mengirim pembayaran lewat Western Union bagi para publisher asal Indonesia. Saya katakan kabar baik karena sekarang kita tak perlu lagi susah-susah bolak-balik ke bank untuk mencairkan cek, belum lagi kalau biaya pencairannya mahal. Bagusnya lagi, agen Western Union saat ini sudah banyak ditemukan di seluruh Indonesia, bahkan di pelosok sekalipun, terutama bisa ditemukan di kantor-kantor pos.

Google AdSense 


Segera cek e-mail atau login ke akun Google AdSense Anda untuk informasi lebih lanjut mengenai tata cara menerima pembayaran lewat Western Union. Atau Anda bisa juga mengklik banner di atas untuk informasi lebih lanjut.

Yah, semoga dengan adanya kebijakan baru dari Google ini, kita bisa semakin mudah lagi mendapatkan penghasilan dari internet.

Gambar diambil dari http://www.elitecayman.com dan http://techmangalore.blogspot.com.

5 Cara Jitu Memotong Pengeluaran

05 Februari 2009
Memotong pengeluaran bukan berarti Anda harus banyak berkorban. Cobalah ikuti beberapa tips di bawah ini dan lihat sendiri berapa banyak uang yang bisa Anda hemat.

1. Berbelanjalah di Swalayan Waralaba
Produk dengan merk tertentu memang bagus, tetapi swalayan waralaba (macam Indomaret dan Alfamart) biasanya menjual produk “tiruan” dengan merk mereka sendiri, misalnya air mineral dengan label Alfamart, roti berlabel Indomaret, dan sebagainya. Harga produk “tiruan” semacam ini biasanya lebih murah sekitar 25-50% dan tidak kalah kualitasnya dengan produk yang “ditiru”.

2. Selalu Bawa Daftar Belanja Saat Berbelanja
Pernahkah Anda pergi ke toko dengan tujuan awal misalnya untuk membeli sekotak deterjen tapi keluar dengan membawa sekeranjang penuh barang? Siapa sih yang belum pernah mengalaminya? Untuk mencegah, atau setidaknya mengurangi, keinginan Anda untuk membeli barang-barang yang kurang bermanfaat atau melenceng dari tujuan awal, buatlah daftar belanja sebelum Anda pergi berbelanja. Tahan diri Anda dan berusahalah hanya membeli barang-barang yang tercantum di daftar belanja. Jika tangan Anda masih tetap “gatal” untuk menambah sesuatu yang tidak perlu ke keranjang belanja Anda, maka sebaiknya pulang dan pikirkanlah dulu masak-masak. Toh, jika Anda benar-benar ingin membeli barang tersebut, Anda masih bisa menambahkannya ke daftar belanja selanjutnya, kecuali jika barang itu dijual terbatas dan kemungkinan tidak dijual lagi di masa depan.

3. Bawa Makanan Ringan dari Rumah
Makan di luar selalu membutuhkan biaya lebih besar daripada makan di rumah, entah untuk membeli keripik kentang di swalayan atau makan besar di restoran cepat saji. Hindari pengeluaran seperti ini dengan selalu membawa makanan ringan dari rumah ke mana pun Anda pergi. Bawa sebungkus cokelat dan sebotol air mineral di tas sebelum meninggalkan rumah atau simpan beberapa makanan ringan di laci meja kerja Anda supaya ada cadangan makanan kalau-kalau Anda tiba-tiba merasa sangat lapar.

4. Gunakan Semaksimal Mungkin
Entah itu berupa makanan di dapur, mainan, atau produk perawatan kecantikan macam lipstik, Anda pasti punya banyak barang yang masih digunakan sebagian atau bahkan belum digunakan sama sekali di rumah Anda. Sebelum Anda pergi ke toko untuk membeli barang yang Anda inginkan, sebaiknya lihat dulu apakah di rumah Anda punya barang yang fungsinya serupa dengan barang yang akan Anda beli. Tips sederhana ini tidak hanya akan membuat Anda lebih hemat, tetapi juga membantu mengurangi tumpukan barang yang tak perlu di rumah Anda.

5. Belanja untuk Berhemat
Tantang diri Anda sendiri untuk selalu berhemat saat berbelanja. Jika biasanya Anda membeli sesuatu dengan harga normal, maka tantang diri Anda untuk mencarinya di toko diskon. Jika biasanya Anda membeli sesuatu dengan harga diskon, tantang diri Anda untuk menemukannya di toko cuci gudang. Jika Anda selalu membandingkan harga sebelum membeli sesuatu, maka uang yang Anda hemat tentu juga akan semakin banyak dan lama-kelamaan Anda pasti akan menganggapnya sebagai sebuah permainan yang selalu ingin Anda mainkan.

Diterjemahkan secara bebas dari "Top 5 Painless Ways to Cut Your Spending" oleh Erin Huffstetler. Gambar diambil dari http://www.ndmscorp.com.

Dipenjara Karena Disuap Setengah Dolar
24 Tahun Lalu

04 Februari 2009
Sebuah pengadilan di India menjatuhkan hukuman bagi seorang dokter yang sudah berusia 75 tahun karena terbukti menerima suap senilai setengah dolar (sekitar Rp 5.500,00) hampir seperempat abad yang lalu, demikian pernyataan yang diberikan oleh pejabat kepolisian setempat Rabu (4/2) lalu.

Kepolisian federal India menangkap Balgovind Prasad setelah terbukti menerima uang senilai 25 rupee (sekitar 51 sen dolar atau Rp 5.500,00) dari seorang penyapu jalan pada tahun 1985 untuk menerbitkan sertifikat medis palsu, demikian kata pihak kepolisian.

Kasus ini berlanjut sampai bertahun-tahun kemudian dan pada 1992, pengadilan memutuskan untuk menjatuhkan hukuman penjara selama 1 tahun kepada Prasad. Ia kemudian tidak jadi dipenjara karena memutuskan untuk naik banding.

Selasa lalu (3/2), Pengadilan Tinggi Bihar, India bagian timur, mengurangi hukuman penjara setahun menjadi tiga bulan mengingat jumlah uang suapnya yang sangat kecil, tapi menyuruh pihak kepolisian untuk segera menahannya karena ia terbukti bersalah dalam kasus tersebut.

"Kasus ini memang sudah berlarut-larut, ditambah lagi jumlah uang suapnya juga sangat kecil sehingga Prasad mungkin berpikir bahwa ia bisa mendapatkan penangguhan hukuman dari pengadilan," kata Vipin Kumar Sinha, seorang jaksa penuntut umum yang ikut menangani kasus tersebut, kepada wartawan setelah sidang.

"Akan tetapi, semua bukti membenarkan keterlibatannya sehingga ia harus tetap menerima hukuman," tambahnya.

Pengadilan India sering membiarkan suatu kasus berlarut-larut sampai berpuluh-puluh tahun lamanya dengan sidang yang seakan tak ada akhirnya. Bagaimana dengan pengadilan di Indonesia?

Diterjemahkan secara bebas dari "Man jailed for taking 50 cents 24 years ago" oleh Bappa Majumdar, disunting oleh Alistair Scrutton dan Sugita Katyal.

Dipenjara Setelah Nunggak Tilang Rp 350 Juta

03 Februari 2009
Seorang wanita Austria terpaksa dikenai hukuman penjara selama 500 hari (1,5 tahun) karena menunggak pembayaran tilang parkir dan gagal membayar denda kumulatif sebesar 24.000 euro (sekitar Rp 350 juta), seperti dilansir oleh pejabat kepolisian setempat.

Mereka mengatakan bahwa wanita berusia 38 tahun yang bekerja sebagai PNS di Kota Graz, Austria bagian selatan, dipenjara setelah mengacuhkan 700 surat peringatan yang dikirimkan oleh pemerintah kota setempat untuk memperingatkannya mengenai denda selama lebih dari 2 tahun.

"Tentu saja kami juga punya beberapa warga yang bandel mengacuhkan tiga, empat, lima, atau bahkan sepuluh surat peringatan, tetapi kalau 700... itu sudah sangat keterlaluan," kata Herbert Mattersdorfer, seorang pejabat kepolisian setempat.

Seorang juru bicara kepolisian mengatakan bahwa dalam hukum yang berlaku di Austria, seorang wanita hanya bisa dipenjara maksimal 42 hari untuk kasus seperti ini, sehingga hukumannya akan dijatuhkan secara bertahap.

Diterjemahkan secara bebas dari "Woman jailed over $30,000 parking fine", dilaporkan oleh Sarah Marsh, disunting oleh Nick Vinocur.