Nyasar Kok 17.000 Kilometer...

15 Agustus 2009
Seorang kakek Belanda dan cucunya baru-baru ini terbang ke Sydney untuk menikmati kehangatan Australia, tetapi mereka justru mendarat di Sydney lain yang dingin di Nova Scotia, Kanada.

Joannes Rutten, 71, dan cucunya, Nick, yang berusia 15 tahun memesan tiket perjalanan di sebuah biro perjalanan Belanda dengan tujuan untuk mengunjungi kerabat mereka yang tinggal di Wollongong dan Tallong, Sydney bagian selatan.

Mereka berangkat dari Bandara Schiphol, Amsterdam, dengan menumpang pesawat milik maskapai Air Canada pada Sabtu (8/8) lalu. Akan tetapi, bukannya melihat Jembatan Sydney Harbour atau Gedung Opera yang terkenal itu, mereka malah mendarat di Sydney lain yang terletak di Pulau Cape Breton, lepas pantai timur laut Kanada, yang berjarak lebih dari 17.000 kilometer dari tujuan mereka sebenarnya.

Air Canada lalu dengan sigap memesankan kamar hotel di Sydney yang salah itu. Sydney ini dulunya adalah kota pertambangan yang sekarang dihuni banyak pengangguran dengan populasi kira-kira 26.000 jiwa. Kedua warga negara Belanda itu tinggal di sana sampai mereka mendapatkan jatah terbang ke Sydney "asli" yang mempunyai pantai eksotik dengan populasi lebih dari 4 juta jiwa.

Mereka akhirnya tiba dengan selamat di Australia pada Rabu (12/8).

"Saya pikir ini adalah pengalaman baru bagi bocah berusia 15 tahun. Mereka bukan wisatawan musiman. Joannes terlihat sangat lelah saat ia sampai di sini," kata sepupu Rutten, Yvonne Wallace, di Wollongong.

Clare MacDougall yang bekerja di Air Canada, berada di Bandara Sydney (Kanada) saat pesawat yang mengangkut kedua orang itu tiba di sana.

"Saat pintu terbuka, seorang pramugari berkata,'Anda pasti tidak percaya, tapi kami sekarang membawa dua orang yang berpikir bahwa mereka sedang terbang ke Sydney, Australia.'," katanya kepada harian lokal, Cape Breton Post.

"Mereka tiba di sini tanpa membawa uang Kanada sepeser pun, yang mereka bawa hanya uang Australia."

Tidak ada seorang pun dari pihak Air Canada yang mau memberikan komentar mengenai peristiwa ini.

Ini bukanlah peristiwa pertama ada orang yang nyasar ke Sydney "palsu".

Pada bulan Agustus 2002, seorang wisatawan Inggris, Raoul Sebastian dan Emma Nunn dari London, menghabiskan liburannya di Nova Scotia setelah berpikir bahwa mereka sedang terbang ke Australia.

Tahun lalu, Monique Rozanes dari Argentina salah terbang ke Sydney "palsu" untuk berwisata, tetapi akhirnya ia justru memutuskan untuk berlibur di sana setelah berkenalan dengan seorang wanita lokal yang ia temui di bandara, seperti dikutip dari Cape Breton Post.

Diterjemahkan secara bebas dari "Flying Dutchmen head to Australia but hit Sydney .. Canada"; ditulis oleh Belinda Goldsmith, disunting oleh Miral Fahmy.