Pengorbanan Demi Dua Potong Baju

06 Oktober 2009
Pengalaman saya ini sebenarnya sudah terjadi lebih dari tiga minggu yang lalu. Biarlah terlambat posting daripada tidak sama sekali. Hehehe...

Oke, saya mulai. Lima hari sebelum lebaran, saya diajak ibu untuk membeli baju muslim di toko pakaian dekat rumah yang sedang pasang diskon gila-gilaan. Kebetulan, stok baju muslim saya memang hanya dua, yang satu bahkan sudah mungkret alias kekecilan. Praktis, saya selalu bingung kalau mau shalat Jumat atau ada acara keagamaan di sekolah. Saya memang nggak paham apa itu mode, tapi lama-lama rasanya kok aneh juga kalau pakai busana muslim yang itu-itu saja.

Kami berangkat ke sasaran agak siang setengah sore, pikir kami toko pakaian itu masih sepi sehingga bisa leluasa memilih. Eh, ternyata pikiran kami meleset jauh. Toko yang pada hari-hari biasa lengang itu tiba-tiba dijubeli ratusan orang yang rata-rata sedang memburu diskon yang memang terbilang menggiurkan itu. Tentu saja, tanpa diperintah, saya pun ikut berdesak-desakan mencari busana muslim yang sekiranya cocok untuk saya.

Eh, ternyata menerobos kerumunan orang tidak mudah. Badan saya yang kecil ini rasanya semakin kecil saja. Setelah saling dorong-mendorong beberapa kali, akhirnya berhasil juga saya sampai di depan. Lama sekali saya memilah-milah baju diskonan dan akhirnya memilih dua potong yang menurut saya bagus. Sayangnya, saya tidak boleh mencoba pakaian itu dulu sehingga tidak tahu kekecilan atau tidak. Okelah, ibu saya akhirnya menebus dua pakaian itu setelah antre lumayan lama.

Sampai di rumah, saya coba pakaian itu, yang satu pas dan yang lainnya agak kekecilan, tapi nggak apa-apalah asal masih bisa dipakai. Yah, pokoknya "pengorbanan" saya berdesak-desakan untuk memilihnya tadi tidak sia-sia...

3 komentar:

busana muslim mengatakan...

Bentar lagi lebaran, siap2 rebutan lagi busana muslim hehe...

Sherlockindo mengatakan...

Iya, ya, sudah mau lebaran lagi, mesti latihan rebutan dulu nih biar sukses dapat baju kualitas bagus dengan harga miring. :D

Busana Muslim mengatakan...

sungguh pengorbanan yang luar biasa, berbagi pengalaman kepada sesama, thanks. mampir juga yah

Posting Komentar