Awas, Jangan Tidur di Pesawat!

10 Januari 2010
Seperti diberitakan oleh Reuters pada Rabu (6/1) lalu dari Paris, polisi Perancis sedang mengadakan investigasi sehubungan dengan hilangnya uang ribuan euro milik penumpang dalam penerbangan Air France dari Tokyo ke Paris. Polisi menduga ada "pencopet" yang beroperasi saat penumpang tengah tertidur lelap.

"Masih diadakan investigasi," kata juru bicara kepolisian di Bandara Charles de Gaulle, Paris, saat diminta konfirmasi mengenai laporan kasus tersebut yang dimuat di harian Le Figaro.

Harian tersebut mewartakan bahwa diperkirakan uang senilai 4.000 euro (kira-kira Rp 52,7 juta) milik lima penumpang kelas bisnis telah dicuri saat mereka sedang tertidur pulas dalam penerbangan malam tersebut.

"Dalam penerbangan ini, yang lepas landas dari Bandara Narita, Tokyo, pukul 10 malam, penumpang seringkali tertidur lelap dan baru bangun beberapa saat sebelum tiba di Paris pukul 4 keesokan paginya," kata salah seorang yang diduga menjadi korban seperti yang dikutip oleh harian Le Figaro.

Seorang wanita melapor kepada kru kabin sesaat setelah ia terbangun dan mendapati bahwa uangnya telah hilang dalam jumlah besar.

"Wanita ini lantas melaporkan kepada staf bahwa semua uang di tas tangannya telah dikuras habis. Secara total ia kehilangan kira-kira 3.000 euro dalam bentuk franc Swiss, euro, dan yen," lanjut penumpang tersebut.

Juru bicara Air France mengatakan bahwa pilot telah menghubungi polisi yang langsung menunggu kedatangan pesawat tersebut di Bandara Charles de Gaulle.

"Saya perlu tekankan bahwa hal ini sangat jarang terjadi di mana beberapa penumpang sekaligus melaporkan bahwa mereka kehilangan uang dalam satu penerbangan," lanjut juru bicara tersebut.

Ia juga mengatakan bahwa walaupun maskapai bertanggung jawab sepenuhnya atas bagasi penumpang, tetapi mereka tidak bertanggung jawab atas segala sesuatu yang dibawa serta oleh penumpang ke dalam kabin.

Diterjemahkan secara bebas dari "Airline pickpocket strikes as passengers sleep"; dilaporkan oleh James Mackenzie, disunting oleh Robin Pomeroy.

0 komentar:

Posting Komentar