Harap Tenang! Ternyata, Penglaju di Jepang Tidak Suka Suara Berisik

16 Januari 2010
Anda ingin menumpang kereta api di Jepang namun tidak ingin mengganggu penumpang lain di sekitar Anda? Berbicaralah dengan nada berbisik-bisik, kecilkan volume iPod Anda, dan atur telepon genggam Anda ke modus diam, demikian hasil yang didapatkan dari survei yang baru saja dilakukan oleh asosiasi perusahaan kereta api setempat.

Banyak orang asing yang pernah menumpang kereta api di jaringan kereta bawah tanah dan kereta komuter di Jepang mengeluhkan bahwa mereka harus berdesak-desakan supaya bisa masuk ke dalam gerbong serta keengganan untuk memberikan kursi kepada lansia dan wanita yang sedang hamil atau menyusui.

Akan tetapi, bagi para penglaju atau komuter di Jepang, suara berisik rupanya adalah masalah terbesar. Percakapan yang berisik dan suara musik yang berasal dari headphone menempati posisi teratas gangguan, sedangkan suara nada panggil telepon genggam berada di posisi keempat berdasarkan hasil survei yang diadakan oleh Asosiasi Perusahaan Kereta Api Swasta Jepang.

Berdandan menduduki peringkat keenam, jauh lebih buruk daripada menumpang kereta dalam keadaan mabuk yang menduduki peringkat kesembilan. Berikut ini adalah 10 teratas kebiasaan buruk penumpang kereta api di Jepang berdasarkan survei online yang diadakan asosiasi tersebut yang ditanggapi oleh kira-kira 4.200 responden.

01. Percakapan yang berisik.
02. Suara musik yang berasal dari headphone.
03. Cara duduk penumpang.
04. Nada dering telepon genggam dan menelepon.
05. Saling dorong saat akan masuk atau keluar gerbong.
06. Berdandan.
07. Membuang sampah sembarangan.
08. Duduk di lantai gerbong.
09. Naik kereta dalam keadaan mabuk.
10. Naik kereta sambil membawa anak-anak di kereta dorong.

Diterjemahkan secara bebas dari "Quiet please! Noise irks Japan's commuters the most"; ditulis oleh Chris Gallagher, disunting oleh Miral Fahmy.

0 komentar:

Posting Komentar