Baru Dikembalikan 45 Tahun Kemudian

20 Maret 2010
Staf perpustakaan umum di Dinnington, South Yorkshire, Inggris, sudah biasa melayani peminjam yang terlambat mengembalikan buku, tetapi sebuah paket yang mereka terima lewat pos bulan lalu sungguh di luar dugaan.

Paket tersebut berisi sebuah buku berjudul "Quatermass and the Pitt" cetakan pertama karya Nigel Kneale yang dipinjam pada tanggal 24 September 1965.

"Awalnya saya kira ini adalah pengembalian buku yang biasa-biasa saja sampai saya sadar bahwa warna halaman-halaman buku itu sudah sangat cokelat, terutama di sisi-sisinya," kata Alison Lawrie, asisten kepala perpustakaan tersebut.

"Memang benar bahwa beberapa orang suka mengulur-ulur waktu untuk mengembalikan buku yang mereka sukai, tetapi 45 tahun itu waktu yang tidak sebentar!"

Para staf di perpustakaan tersebut yakin bahwa buku itu dipinjam dari perpustakaan lama di Sheffield yang dibuka pada tahun 1936 dan ditutup karena pindah ke gedung baru yang ditempati sampai sekarang pada tahun 2000.

Sayangnya, identitas peminjam masih misterius karena catatan keterlambatan pengembalian buku perpustakaan tersebut tidak mencatat sampai sejauh itu. Selain itu, seandainya identitas peminjam diketahui pun, si peminjam tidak perlu takut harus membayar denda yang menggunung karena denda di perpustakaan tersebut dipukul rata sebesar £6 (kira-kira Rp 82.000,00) per buku.

"Orang yang mengembalikan buku itu lewat pos sebenarnya tidak akan punya masalah apa pun," kata Lawrie. "Kalau saja orang itu mau datang kemari, kami sangat ingin mendengar ceritanya mengenai buku itu."

Diterjemahkan secara bebas dari "Library book is returned -- 45 years late"; dilaporkan oleh Valle Aviles Pinedo, disunting oleh Steve Addison.

Ingin Tahu Rasanya Menginap di Bungker?

16 Maret 2010
Lupakan segala kemewahan hotel berbintang lima karena sebuah hotel baru di Swiss tidak menjanjikan apa-apa kepada para tamunya.

Hotel yang dimaksud adalah Null Stern Hotel, dalam bahasa Indonesia berarti "Hotel Bintang Nol", yang dibangun di bekas bungker era Perang Dingin di Swiss. Slogan mereka juga tidak kalah unik, yaitu "satu-satunya bintang adalah Anda".

Seperti dilaporkan oleh AOL News, hotel ini tidak berjendela sama sekali dan hanya memiliki dua kamar tidur yang bisa diinapi sampai 14 tamu sekaligus. Walaupun terkesan seadanya, ada juga beberapa keuntungan menginap di bungker tua ini. Selain bisa melindungi Anda dari serangan nuklir, Anda juga bisa terhindar dari gangguan siaran televisi karena satu-satunya TV yang ada di tempat ini hanya menayangkan rekaman CCTV.

Hotel ini didesain oleh Frank dan Patrik Riklin, saudara kembar sesama seniman yang ingin dunia tahu bahwa Swiss memiliki lebih dari 250.000 bungker serupa yang tersebar ke pelosok negara, bahkan pemerintah Swiss masih membangun lebih banyak lagi sampai sekarang.

Diterjemahkan secara bebas dari "A Hotel With No Stars... And Proud of It"; ditulis oleh Buck Wolf dari Weird News About.com.