Babak Baru Perselisihan Rusia-AS

10 Desember 2011
Saat bersantai di rumah akhir minggu lalu, saya iseng-iseng baca Jawa Pos yang dibeli ayah. Halaman depan yang sebagian besar berisi berita berbau politik tidak begitu menarik perhatian saya. Nah, pas sampai halaman berita internasional, mata saya langsung tertuju ke kolom berita yang memuat foto Perdana Menteri Rusia, Vladimir Putin. Wah, menarik nih, apalagi saya penikmat sejarah Rusia, terutama saat masih berbentuk Uni Soviet. Menurut berita itu, rupanya muncul benih-benih perselisihan baru antara Rusia dengan Amerika Serikat setelah sekian lama keduanya tampak rukun. Berikut ini kutipan lengkap beritanya dari Jawa Pos yang terbit Jumat, 9 Desember 2011 lalu.

***


PUTIN TUDING CLINTON PROVOKATOR


Moskow - Menyusul pertikaian NATO dan Rusia, kini berkembang konflik antara negeri bekas pecahan Uni Soviet tersebut dengan Amerika Serikat (AS). Misalnya, pemilihan umum (pemilu) parlemen yang berbuntut aksi protes meluas di Rusia berdampak buruk pada hubungan AS dengan Negeri Beruang Merah tersebut. Kemarin (8/12) Perdana Menteri (PM) Rusia Vladimir Putin secara terang-terangan menuding Menteri Luar Negeri (Menlu) AS Hillary Rodham Clinton campur tangan dan memprovokasi atau memperkeruh situasi politik di negerinya.

"Dengan mengatakan bahwa pemilu parlemen (Rusia) diwarnai kecurangan, dia (Clinton) telah memberi sinyal positif kepada kubu oposisi untuk memprotes pemerintah," kata Putin dalam pernyataan yang disiarkan melalui televisi tersebut. Karena merasa mendapat dukungan dari Deplu AS, ungkap dia, oposisi Rusia menjadi makin berani.

Dalam kesempatan tersebut, Putin juga menuduh Negeri Paman Sam mendanai aksi protes yang dilancarkan oposisi. Konon, Washington mengucurkan dana sampai ratusan juta dolar untuk memastikan aksi protes terhadap pemerintah Rusia itu terus berlangsung. Melalui kebijakan tersebut, tuding Putin, AS berusaha melemahkan sistem politik Rusia dan melengserkan rezim kuat yang kini berkuasa.

Kritik Putin itu menandai babak baru retaknya hubungan AS dan Rusia. Apalagi, pernyataan tersebut disampaikan bertepatan dengan peringatan ke-20 penandatanganan Kesepakatan Belovezh. Kesepakatan yang disahkan oleh Rusia, Ukraina, dan Belarusia pada 8 Desember 1991 tersebut menandai bubarnya Uni Soviet. Bersamaan dengan itu, berakhir pula Perang Dingin antara AS dan Uni Soviet.

Kemarin Putin juga menyampaikan kekesalannya pada Clinton di hadapan partainya, All-Russian Popular Front (ONF). Di depan para pendukungnya, pemimpin 59 tahun itu mengatakan bahwa sinyal positif Washington pada oposisi Rusia tersebut mengindikasikan ketakutan AS pada pemerintahannya. Karena itu, ungkap dia, Washington tak ingin Putin terus berkuasa.

"Kita adalah negara dengan kekuatan nuklir yang besar dan sampai sekarang pun kita masih bertahan pada posisi tersebut. Karena itu, rekan-rekan kita di luar sana gentar," katanya di depan massa ONF, kendaraan politik Putin untuk kembali ke kursi presiden pada pemilu Maret nanti itu.

Putin menambahkan bahwa AS sengaja mencampuri krisis Rusia untuk menggertak pemerintahannya. Menurut dia, pemerintahan Presiden Barack Obama hanya ingin menegaskan kepada Rusia bahwa AS masih menjadi bos di mata dunia. Karena itu, Clinton sengaja mengirimkan sinyal dukungan pada oposisi. Dengan begitu, kekacauan politik Rusia akan terus berlangsung hingga pemilihan presiden (pilpres) yang rencananya dihelat Maret nanti.

"Mereka ingin kita merasakan dominasi mereka di dalam negeri dan memaksa kita patuh pada mereka," lontar Putin di hadapan pendukungnya. Karena itu, lanjut dia, tak heran jika AS mengucurkan bantuan ratusan juta dolar pada organisasi pengawas pemilu di Rusia. Salah satunya Golos.

Komentar Putin tersebut membuat perhatian publik terpusat pada Golos. Pasca pemilu parlemen lalu, pimpinan organisasi pengawas pemilu itu ditangkap di Bandara Internasional Moskow. Saluran telepon di markas Golos diputus. Kemarin, Putin bahkan menyebut kelompok tersebut sebagai agen AS serta menjulukinya musuh negara.

Mengingat hubungan AS dan Rusia yang panas dingin, pengamat politik menganggap tudingan Putin terhadap Clinton itu sebagai hal yang serius. "Sebenarnya, apa yang disampaikan Putin tersebut merupakan bahasa domestik. Tetapi, kesabaran AS bisa habis dan hubungan dua negara akan kembali ke titik yang paling buruk," ujar Viktor Kremenyuk, analis politik yang juga wakil pimpinan Lembaga AS-Kanada. (AP/AFP/hep/dwi)

***


Hmm, dari dulu hubungan Rusia dan AS memang fluktuatif. Tidak ada jaminan bahwa hubungan mereka yang tampak rukun hari ini dapat dipertahankan hingga besok. Bisa saja peristiwa saling kecam ini nantinya memicu dimulainya Perang Dingin jilid dua atau bahkan perang nuklir! Wah, semoga tidak sampai sejauh itu.



Tulisan yang ada di poster propaganda Uni Soviet di atas merupakan kutipan dari perkataan Josef Stalin yang bunyinya: narody mira ne khotyat povtoreniya bedstviiy voiyny 'semua bangsa di dunia tidak ingin mengulangi bencana perang'. Di situ tampak Uni Soviet menolak intervensi berupa bantuan yang diberikan oleh AS pasca-Perang Dunia II (dikenal dengan nama Marshall Plan).

Update: Tajuk rencana Jawa Pos hari ini, 10 Desember 2011, rupanya dikembangkan dari berita ini dan memuat kritik terhadap kebijakan politik luar negeri AS yang cenderung mengintervensi negara lain.

The History of the Great Detective

08 Desember 2011
Who doesn't know Sherlock Holmes? Well, if you don't know him, you must be slept through time, knowing barely nothing at all, just like Snow White or the cave men told in the story of al-Ashabul Kahfi. Sherlock Holmes is one of the greatest and the most famous detective in the world, although only fictional. He was created by the hand of Sir Arthur Conan Doyle, an English medical practitioner. His investigation method is unique, he always used his deduction skill (a skill to think backward) to solve a case. Using this skill, he often found some important clues which were invisible to the police before.


"You know my methods, Watson."


The public began to know Holmes through a story titled "A Study in Scarlet" which was included in 1886 Beeton's Christmas Annual. Doyle wrote in the beginning of the story that Holmes is a sort of chemistry maniac who always curious to prove any theories he studied. Holmes met his best friend, dr. John H. Watson, accidentally when he was searching for a friend who wanted to share a room fee with him. Watson agreed and they rented Mrs. Hudson's apartment on 221B Baker Street. That was where the two men began their adventure for years to come.

In 1891, the first compilation of Sherlock Holmes short stories titled "The Adventures of Sherlock Holmes" was published. Included in the book is 12 short stories which were published before as a series in the Strand Magazine. However, probably because Doyle was boring with the story of the great detective, he decided to kill Holmes in a short story titled "The Final Problem", the last story in the "Memoirs of Sherlock Holmes" which was published in 1893. The fans who were disappointed by the death of their beloved investigator began to write a protest letter to Doyle.

By 1900, Doyle had received thousands of letters from Holmes' fan, demanded Doyle to revive Holmes. In 1902, Doyle gave up and once more write a long story about Holmes' adventure in "The Hound of the Baskervilles". However, how exactly Holmes escaped from death was not clear until Doyle wrote it in a short story titled "The Empty House" which is a part of "The Return of Sherlock Holmes".


"When you have eliminated the impossible, whatever remains,
however improbable, must be the truth."


Doyle then wrote two more long stories, The Sign of Four and The Valley of Fear, which were published in 1905 and 1907 respectively. In 1922, the fourth short story compilation titled "The Case Book of Sherlock Holmes" was published. In the next five years, Doyle finished his last stories about Sherlock Holmes which was then compiled into "His Last Bow" (1927). Although Doyle had passed away on July 7, 1930, he will still be remembered fondly as the creator of Sherlock Holmes, the greatest detective in the world.


Note: The illustrations above were created by Sidney Paget to accompany the original series in the Strand Magazine. Who is Sidney Paget? Check him out at Wikipedia. The captions below the illustrations were quoted from the sayings of Sherlock Holmes in "The Memoirs of Sherlock Holmes" and "The Sign of Four" respectively.